foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
Paroki HTB SP Maria
Jl. Merbabu No.24
Boyolali 57311



Selamat Datang

Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali



SEJARAH

SEJARAH

read more

VISI MISI

VISI MISI

read more

ARTIKEL

ARTIKEL

read more

BERITA

BERITA

read more

Pada hari Selasa tanggal 22 Agustus 2017 diadakan sarasehan yang bertema “pandangan dan ajaran sosial gereja tentang kebhinekaan”. Kegiatan yang diinisiasi oleh timja pewartaan Paroki HTB SP Maria Boyolali ini menghadirkan narasumber dari keuskupan yakni Rm. R. Sugihartanto, Pr. Dalam pemaparannya, Romo Sugi menegaskan pentingnya umat Katolik menyadari keberadaannya sebagai umat katolik yang ada di Indonesia. Sebagai umat Katolik yang ada di Indonesia, setiap orang Katolik dituntut untuk turut terlibat dalam upaya menegakkan keadilan demi terwujudnya kesejahteraan bersama sebagai warga masyarakat. Keterlibatan ini merupakan salah satu perwujudan dari iman akan Yesus yang telah berfirman: apa saja yang kamu lakukan kepada saudaraku yang paling hina ini, itu kamu lakukan juga untuk aku. Itu artinya orang Katolik harus benar-benar menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia, demikian lanjut romo yang pernah menjadi pastor paroki di Paroki HTB SP Maria Boyolali ini. Sementara itu, dalam sambutannya, ketua timja pewartaan, Bp.. Thomas Slamet menegaskan pentingnya umat mengikuti kegiatan ini sebagai pengetahuan untuk dibawa dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Sarasehan ini merupakan salah satu acara dari beberapa rangkaian acara untuk menyongsong peringatan HUT paroki Boyolali. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan umat yang merupakan utusan dari tiap lingkungan di wilayah paroki Boyolali, prodiakon, panitia HUT paroki dan para suster. Sarasehan ini diwarnai oleh tangapan dan perrtanyaan dari para peserta.  Salah satu pertanyaan yang sempat dikemukakan adalah bagaaimana peran gereja dalam meningkatkan peran serta umat dalam menegakkan keadilan di masyarakat.

Acara ini juga dimeriahkan oleh koor dari OMK paroki HTB SP Maria Boyolali. Koor OMK ini semakin membuat suasana sarasehan semakin hidup. Pada bagian akhir sarasehan yang dimoderatori oleh sdr. Ambrosius Kori ini, Romo Sugi menegaskan harapan agar umat Boyolali tidak lagi hanya sekedar menjadi umat yang berkutat pada meja altar, tetapi harus mampu terjun ke ”pasar”. Berani mewujudakn iman akan Yesus dalam kehdupan bermasyarakat sambil bergandengn tangan dengan saudara-saudaranya yang berlainan iman dan kepercayaan..

Wednesday

Pengunjung

31532
TodayToday31
YesterdayYesterday43
This_WeekThis_Week126
This_MonthThis_Month1309
All_DaysAll_Days31532