foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
Paroki HTB SP Maria
Jl. Merbabu No.24
Boyolali 57311



Selamat Datang

Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali



SEJARAH

SEJARAH

read more

VISI MISI

VISI MISI

read more

ARTIKEL

ARTIKEL

read more

BERITA

BERITA

read more

Berita Paroki

Misa pembukaan Asian Youth Day di daerah Bunder, Jatinom, Klaten pada hari Minggu 30 Juli 2017 mulai pukul 10.00. Misa ini diselenggarakan dalam rangkaian tour dan live in di daerah Klaten dipusatkan di daerah atau wilayah paroki Kebonarum.

Misa ini dihadiri oleh sekitar 20 ribu umat dari kevikepan Surakarta, yaitu wilayah Surakarta, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali. Dan dihadiri pula oleh para peserta AYD dari berbagai negara Asia, Malaysia, Thailand, Pakistan, India, Bangladesh, Korea, Myanmar, Jepang, China dan juga dihadiri oleh 2 Bapa Kardinal dari Korea dan Pakistan. Juga tidak ketinggalan dari unsur lintas agama (Hindu, Islam, Budha, Kepercayaan) dan unsur Muspika setempat dan para perwakilan atau utusan dari unsur pemerintah daerah (Muspida Klaten).

Misa kali ini dipimpin oleh romo vikep Surakarta yaitu Romo A. Budi Wihandono, Pr dibantu oleh 2 Romo, salah satunya adalah Romo Slamet, Pr yang dulu pernah bertugas di paroki Boyolali.

Dekorasi perayaan Misa AYD kali ini didominasi dengan nuansa dekorasi tradisionil pedesaan dengan menonjolkan unsur bamboo, seperti panggung, terob, hiasan kurungan ayam, kentongan, tempat lilin, tiang-tiang lilin, sketsel pembatas, pilar-pilar dll semua dari bamboo. Juga unsur koor bernuansa Jawa dengan iringan gamelan yang meriah. Persembahan umat dimeriahkan oleh iringan rombongan dari berbagai negara dengan busana tradisional Jawa serta dipandu oleh seorang kakek yang sangat luwes dalam gerak langkahnya, serta para rombongan pria membawa persembahan berupa aneka buah-buahan seperti pisang setundun, kelapa muda sejanjang, dll.

Misa AYD ini benar-benar didukung oleh paroki dan terutama oleh masyarakat Bunder yang sangat menonjolkan toleransi beragama, sumbangan tenaga dan aneka material yang dipakai sebagai hiasan adalah buah karya para seniman kerajinan masyarakat setempat dan dikoordinir oleh para OMK paroki Kebonarun dengan sangat baik. Hal ini sangat mencerminkan sekali unsur kebhinekaan dan toleransi yang sangat tinggi dikalangan masyarakat Bunder khususnya dan Klaten secara keseluruhan.

Setelah Misa diadakan lelang peralatan dan hiasan yang digunakan dalam Misa tersebut dan juga acara hiburan dari berbagai wilayah dan para murid TK, SD, SMP dan SMA Katolik, jogetan, klenengan, campursari dan lain sebagainya yang sangat meriah sampai sore hari menjelang waktu maghrib.

Semoga Asian Youth Day yang diadakan di Indonesia kali ini dapat memberikan kesan yang mendalam kepada seluruh peserta terutama dari luar negeri dan sampai jumpa lagi di AYD berikutnya.

See u again and God Bless U all. Berkah Dalem.

Pada hari sabtu pagi 10 Juni 2017 diadakan acara peletakan batu pertama dimulainya pembangunan gedung sarana pastoral di paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali oleh Bapa Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr.

Sebelumnya Bapa Uskup berkenan menyempatkan diri untuk berkunjung di Gua Maria Mawar Musuk Boyolali bersama rombongan kecil dewan paroki, dan juga berkunjung ke Gereja Kristus Raja di kompleks perkantoran Kabupaten Boyolali. Acara peletakan batu pertama dengan Ibadat dan dihadiri para tokoh gereja, dewan paroki, wakil warga RT setempat, diawali dengan laporan Bp Bambang Haryono sebagai ketua panitia pembangunan, lalu Ibadat dan dilanjutkan pengukuhan panitia pembangunan dan peletakan batu pertama oleh Bapa Uskup, Romo paroki Romo Awan, Romo Subagyo, Bp Bambang Haryono selaku ketua panitia pembangunan, Bp Widi selaku ketua Dewan Paroki, Bp Budi Hartono selaku ketua bidang Rumah Tangga.

Acara berlangsung secara sederhana namun cukup khidmat. Dalam homily Bapa Uskup meyakinkan bahwa umat paroki Boyolali pasti bisa menyelesaikan pembangunan tersebut walaupun dana saat ini belum cukup tersedia. Namun dengan semangat berbagi yang tinggi oleh umat dan tekad yang kuat pasti Allah Bapa berkenan membantu agar pembangunan tersebut dapat selesai dengan baik dan tuntas. Dan tidak lupa Bapa Uskup mengucapkan selamat kepada seluruh umat paroki Boyolali dan berharap pada kunjungan beliau di pertengahan tahun depan yaitu tahun 2018, gedung sarana pastoral sudah terwujud.

Semoga dan Berkah Dalem.

Setelah acara penerimaan Sakramen Penguatan tahun 2017 di paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali, Bapa Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr mengadakan temu wawanhati dengan seluruh umat paroki Boyolali.

Acara tersebut diadakan pada hari Jumat malam tanggal 9 Juni 2017, dimana sebelum acara wawanhati dimulai diadakan terlebih dahulu Pesta Umat, dimana umat makan malam bersama dengan cara masing-masing wilayah membawa makanan mereka untuk dimakan bersama di halaman gereja. Suasana berlangsung sangat meriah dan guyup.

Acara juga dimeriahkan dengan hiburan dari penampilan penyanyi local dari kalangan umat, wayang cilik dari siswa SD Fransiskus Boyolali, koor, karate, band local, dll. Kelihatan disini Bapa Uskup sangat menikmati dan gembira menyaksikan penampilan para siswa dan umat tersebut. Setelah acara makan malam bersama selesai maka dimulailah acara silaturahmi wawanhati Bapa Uskup dengan seluruh umat paroki Boyolali.

Acara wawanhati ini diselenggarakan dengan tema “Kaum Muda dalam Kebhinekaan” dan dihadiri pula oleh Bapak Wakil Bupati Boyolali Moh. Said Hidayat, SH, Bapak Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, dan dari kaum muda yang tampil adalah saudara Widi (putra Bp Deo Surahman, seorang yang aktif di paroki Boyolali) dan sebagai moderator adalah Bp Petrus Sarijo yang juga salah seorang aktifis paroki Boyolali.

Acara didahului pemaparan dari masing-masing narasumber baik Bapa Uskup, Bp Kapolsres, dan mas Widi mewakili kaum muda, dan sebagai gong adalah Bp Moh Said Hidayat mewakili Bapak Bupati Boyolali. Setelah itu dilanjutkan dengan acara Tanya jawab dengan segenap umat paroki. Acara ini berlangsung cukup meriah dan umatpun belum pulang sampai acara selesai.

Setelah acara selesai dilanjutkan dengan foto-foto bersama dengan Bapa Uskup secara bergantian, yang sangat disambut antusias oleh umat sampai larut malam. Saya kira Bapa Uskup cukup kecapekan menanggapi antusiasme umat, tetapi kelihatan Bapa Uskup tetap mau melayani para umat dengan senyumannya yang khas lengkap dengan kumisnya yang “ketel”.

Monday

Pengunjung

12114
TodayToday20
YesterdayYesterday59
This_WeekThis_Week433
This_MonthThis_Month1339
All_DaysAll_Days12114