foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
Paroki HTB SP Maria
Jl. Merbabu No.24
Boyolali 57311



Selamat Datang

Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali



SEJARAH

SEJARAH

read more

VISI MISI

VISI MISI

read more

ARTIKEL

ARTIKEL

read more

BERITA

BERITA

read more

Berita Paroki

Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria mengadakan penerimaan Sakramen Penguatan kali ini pada 9 Juni 2017, yang menerimakan sakramen Krisma ada sekitar 50 orang, terdiri atas remaja dan orang tua.

Paroki kita patut bersyukur bahwa penerimaan sakramen penguatan kali ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh Bapa Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr setelah ditahbiskan sebagai Uskup Agung KAS.

Setelah acara wawanhati dengan Bapa Uskup pada pagi harinya sampai siang hari, sore hari langsung dilanjutkan dengan Misa Agung penerimaan Sakramen Penguatan yang sangat meriah.

Dalam homilinya Bapa Uskup sambil mendekati para penerima sakramen dan menyapa umat, mengajak seluruh umat untuk selalu ingat akan ajaran Yesus serta mencari umat yang “hilang” dengan pendekatan khusus sesuai dengan moto dari Bapa Uskup yaitu “Mencari dan menyelamatkan”, sehingga iman kita akan semakin kuat dan diteguhkan oleh Allah Bapa.

Setelah perayaan penerimaan sakramen Krisma dilanjutkan dengan acara pesta umat dan wawanhati Bapa Uskup dengan seluruh umat paroki yang juga dihadiri oleh Bapak Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, serta dimeriahkan dengan acara panggung hiburan nyanyian, tari, wayang dll dari anak-anak paroki HTB SP Maria. Acara ini selesai pada larut malam sekitar pukul 22.00 dan dilanjutkan dengan foto bersama dengan Bapa Uskup.

Pada hari Selasa tanggal 22 Agustus 2017 diadakan sarasehan yang bertema “pandangan dan ajaran sosial gereja tentang kebhinekaan”. Kegiatan yang diinisiasi oleh timja pewartaan Paroki HTB SP Maria Boyolali ini menghadirkan narasumber dari keuskupan yakni Rm. R. Sugihartanto, Pr. Dalam pemaparannya, Romo Sugi menegaskan pentingnya umat Katolik menyadari keberadaannya sebagai umat katolik yang ada di Indonesia. Sebagai umat Katolik yang ada di Indonesia, setiap orang Katolik dituntut untuk turut terlibat dalam upaya menegakkan keadilan demi terwujudnya kesejahteraan bersama sebagai warga masyarakat. Keterlibatan ini merupakan salah satu perwujudan dari iman akan Yesus yang telah berfirman: apa saja yang kamu lakukan kepada saudaraku yang paling hina ini, itu kamu lakukan juga untuk aku. Itu artinya orang Katolik harus benar-benar menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia, demikian lanjut romo yang pernah menjadi pastor paroki di Paroki HTB SP Maria Boyolali ini. Sementara itu, dalam sambutannya, ketua timja pewartaan, Bp.. Thomas Slamet menegaskan pentingnya umat mengikuti kegiatan ini sebagai pengetahuan untuk dibawa dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Sarasehan ini merupakan salah satu acara dari beberapa rangkaian acara untuk menyongsong peringatan HUT paroki Boyolali. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan umat yang merupakan utusan dari tiap lingkungan di wilayah paroki Boyolali, prodiakon, panitia HUT paroki dan para suster. Sarasehan ini diwarnai oleh tangapan dan perrtanyaan dari para peserta.  Salah satu pertanyaan yang sempat dikemukakan adalah bagaaimana peran gereja dalam meningkatkan peran serta umat dalam menegakkan keadilan di masyarakat.

Acara ini juga dimeriahkan oleh koor dari OMK paroki HTB SP Maria Boyolali. Koor OMK ini semakin membuat suasana sarasehan semakin hidup. Pada bagian akhir sarasehan yang dimoderatori oleh sdr. Ambrosius Kori ini, Romo Sugi menegaskan harapan agar umat Boyolali tidak lagi hanya sekedar menjadi umat yang berkutat pada meja altar, tetapi harus mampu terjun ke ”pasar”. Berani mewujudakn iman akan Yesus dalam kehdupan bermasyarakat sambil bergandengn tangan dengan saudara-saudaranya yang berlainan iman dan kepercayaan..

Dalam rangka HUT ke 56 Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali mengadakan Jalan Sehat pada pagi hari Minggu tanggal 20 Agustus 2017. Jalan sehat ini diikuti oleh umat di seluruh Paroki serta melibatkan warga di lingkungan sekitar Gereja sebagai perwujudan dari tema HUT tahun ini yang menonjolkan pada semangat Kebhinekaan.

Jalan sehat ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dengan rute jalan raya memutari kompleks Gereja dan finish kembali kedalam halaman Gereja. Setelah acara jalan sehat dilanjutkan dengan Basar dengan aneka hidangan di halaman Gereja dan dimeriahkan oleh aneka hiburan dari anak-anak TK, SD, SMP, dan SMA Katolik Boyolali, panggung hiburan organ tunggal dan juga dengan pembagian doorprize kepada para peserta jalan sehat.

Dalam pembagian doorprize disertai dengan penggalangan dana untuk pembangunan gedung sarana pastoral dengan cara pelelangan hadiah doorprize dan penggalangan dana secara langsung dan spontanitas dari umat yang ingin berbagi untuk ikut membantu dalam pembangunan tersebut.

Acara diakhiri dengan sangat meriah oleh seluruh umat serta tergalangnya dana pembangunan yang cukup banyak, dan umat sangat terhibur dengan acara ini sampai siang hari.

Monday

Pengunjung

12114
TodayToday20
YesterdayYesterday59
This_WeekThis_Week433
This_MonthThis_Month1339
All_DaysAll_Days12114