foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
Paroki HTB SP Maria
Jl. Merbabu No.24
Boyolali 57311



Liturgi dan Peribadatan

Minggu Palma

Yang menjadi ciri khas dalam Minggu Palma adalah adanya upacara pemberkatan daun Palma dan perarakan umat sambil melambaikan daun palma yang telah diberkati masuk ke dalam Gereja. Hal ini untuk mengingatkan peristiwa Yesus masuk ke kota Yerusalem sebelum wafat dan kebangkitanNya, dimana dielu-elukan oleh rakyat layaknya seorang Raja masuk ke kota Yerusalem.

Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan maka upacara pemberkatan daun Palma dan perarakan diluar Gereja bisa diganti umat langsung berada didalam Gereja dan seluruh upacara dilaksanakan didalam Gereja. Selebihnya semua Liturgi seperti biasa dalam Liturgi Ekaristi

 

Kamis Putih

Yang menjadi ciri khas dalam Kamis Putih adalah :

  1. Dalam “Nyanyian Kemuliaan” sambil dibunyikan/diiringi Lonceng Gereja
  2. Upacara pembasuhan Kaki duabelas wakil umat di depan umat oleh Imam sebagai simbol pelayanan dan Cinta Kasih Yesus Kristus terhadap para muridNya

Dan selanjutnya adalah Liturgi Ekaristi seperti biasa.

Setelah Ekaristi Kamis Putih selesai Tidak ada Berkat umat akan tetapi diganti dengan prosesi perarakan Sakramen Maha Kudus yaitu dengan penghormatan dan pemindahan Tubuh Kristus dengan pelaksanaan perarakan Tubuh Kristus dan penempatan Tubuh Kristus di Tabernakel darurat. Sebelumnya dilakukan pelipatan taplak Altar dan pembersihan bunga-bunga atau hiasan altar Gereja.

Setelah selesai upacara diatas dilanjutkan dengan Tuguran sebagai renungan akan sengsara dan wafat Yesus Kristus pada keesokan harinya (Jumat Agung).

 

Jumat Agung

Yang menjadi ciri khas dalam Jumat Agung adalah :

  1. Bahwa Jumat Agung adalah bukan ibadat Ekaristi, dimana tidak ada Konsekrasi Tubuh Kristus, sehingga Hosti untuk umat harus disiapkan pada waktu Kamis Putih.
  2. Bacaan Injil tentang Kisah Sengsara Yesus Kristus, bisa dengan dinyanyikan
  3. Doa umat meriah sekitar 7 – 10 doa yang dinyanyikan oleh Imam atau petugas
  4. Upacara penghormatan Salib dengan mencium Kaki Yesus pada Salib
  5. Setelah itu langsung upacara penerimaan Komuni

Setelah Komuni dilanjutkan dengan doa penutup dan berkat imam kepada seluruh umat. Sebelum tahun 1945 Jumat Agung tidak ada penerimaan Komuni atau Tubuh Kristus, baru setelah tahun 1945 Bapa Paus Pius X mengijinkan Jumat Agung dengan upacara penerimaan Komuni.

 

Sabtu Paskah

Malam Paskah merupakan puncak ibadat Pekan Suci dimana umat Katolik memperingati Kebangkitan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat seluruh umat manusia yang percaya kepadaNya.

Ciri khas ibadah Malam Paskah adalah Upacara Cahaya berupa pemberkatan Api, pemberkatan Lilin Paskah dan perarakan Lilin Paskah dari luar Gereja masuk ke dalam Gereja diiringi dengan nyanyian pujian Paskah, dimana lampu Gereja dipadamkan.

Liturgi Sabda dibacakan dari bacaan Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Injil, setelah bacaan perjanjian Lama dinyanyikan “Kemuliaan” diiringi dengan Lonceng Gereja. Bacaan biasanya minimal 3 bacaan dan maksimal 9 bacaan.

Adanya pembaharuan Janji Baptis dengan pelaksanaan pemberkatan air suci, pembaharuan janji baptis oleh seluruh umat dan dilanjutkan dengan pemberkatan umat dengan percikan air suci, setelah itu langsung Doa umat (“Aku Percaya” ditiadakan).

Setelah selesai upacara diatas dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi seperti biasa dan diakhiri dengan Berkat umat Meriah.

 

Pemberian Telur Paskah biasanya dilakukan pada Minggu Paskah untuk Anak-anak dan biasanya dilanjutkan dengan lomba-lomba untuk anak-anak dengan disertai bazar meriah.

Monday

Pengunjung

12115
TodayToday21
YesterdayYesterday59
This_WeekThis_Week434
This_MonthThis_Month1340
All_DaysAll_Days12115