foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
Paroki HTB SP Maria
Jl. Merbabu No.24
Boyolali 57311



MENINGKATKAN PERAN SERTA HIDUP MENGGEREJA

SETURUT TELADAN MARIA

(Rm. A. Budi Wihandono, Pr)

 

 

BOYOLALI,  MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017

 

 

PENGANTAR

Pengikut Kristus di dunia ini ada kurang lebih 2.5 milyart orang. Dari jumlah itu orang katolik Roma ada 1.3 milyart, sedangkan lainnya adalah Katolik ortodok Rusia, ortodok Yunani, Ortodok Syria, Koptik, Angilican  dan sekitar 33.600 aliran Protestanisme. Beruntunglah Gereja Katolik ada dalam satu kawanan dan satu gembala dan memiliki banyak kekayaan iman, termasuk devosi. Salah satu kekayaan iman katolik dan merupakan devosi penting dalam Gereja Katolik adalah devosi kepada Bunda Maria. Beruntunglah bahwa Gereja Katolik memiliki devosi kepada Bunda Maria.

Berawal dari keyakinan yang kuat bahwa Bunda Maria memiliki suatu peran yang sangat penting dalam sejarah keselamatan, maka Gereja Katolik memiliki devosi kepada Bunda Maria. Berbeda dengan saudara kita Protestan yang takut-takut untuk menghormati Maria  dan menyebut  nama Maria ,bahkan sedikit berpikir  ke arah negatif ketika melihat orang katolik berdevosi kepada Maria, Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci dan Magisterium Gereja, menempatkan Maria  sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sejarah keselamatan.

Pada kesempatan ini kita akan mengupas beberapa hal penting berkenaan dengan Bunda Maria

  1. Pertama-tama kita akan mencermati Maria dalam tradisi Yahudi .
  2. Kedua, kita akan membaca dengan teliti Maria dalam Kitab Suci.
  3. Ketiga, kita akan mencermati Maria dalam Magisterium Gereja, terutama dalam Dokumen Konsili Vatikan II.
  4. Ke empat, kita akan membahas mengenai relevansi Devosi Maria dalam kehidupan iman kita.

Per Mariam ad Jesum, melalui Maria menuju Yesus, adalah belajar perjalanan iman dalam pergulatan hidup yang sulit dan penuh dengan cobaan bersama dengan Maria. Kita ingin bersama-sama belajar dari Kitab Suci mengenai peran Maria dalam kehidupan Tuhan Yesus dan dalam kehidupan Gereja. Dengan penuh pengharapan, kita memohon agar peristiwa hidup kita dapat menjadi suatu pengalaman iman dan bukan sekedar titik-titik peristiwa yang berlalu bergitu saja.

 

 TEKS RENUNGAN : LUKAS  1:46-56

  1. MARIA DALAM TRADISI YAHUDI

MARIA DALAM TRADISI : Maria adalah satu-satunya anak dari pasangan suami-istri Yoakim dan Anna.  Yoakim dan Anna adalah orang yang sangat saleh dalam hidup agama tetapi walaupun sudah lama menikah, mereka tidak dikaruniai anak.  Baru ketika usia perkawinan sekitar 20 tahun, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang  menurut petunjuk  malaikat, anak itu harus dinamai Maria.

  1. MARIA DALAM KITAB SUCI

Ada 11 point yang kita ambil dari Kitab Suci, dapat dipakai sebagai suatu permenungan mengenai keberadaan dan peran Maria dalam kehidupan Tuhan Yesus:

  1. Dalam Kitab Perjanjian Lama dan awal Perjanjian Baru , peran Maria (wanita perawan ) tidak dapat dipisahkan dari kedatangan Sang Mesias atau juru selamat (lihat: Yessaya 7;14,bdk Mika 5:2-3 dan Matius 1;22-23). Oleh karena itu, berbicara mengenai Maria, tidak dapat dilepaskan atau tidak dapat dipisahkan dari Tuhan Yesus Kristus, karena justru arti penting Maria adalah kebersamaan dengan Yesus. POINT PERTAMA : Dari point pertama ini kita belajar bahwa Allah selalu memiliki rencana yang baik bagi setiap mahluk ciptaanNya. Keburukan hidup adalah penyimpangan hidup manusia dari rencana Allah. Berbicara mengenai Maria tidak pernah bisa dipisahkan dalam kaitannya dengan Tuhan. Setiap orang dalam hidup ini, entah dalam hati tidak  diketahui orang atau diketahui orang, akan terkait dengan sesuatu yg tak terpisahkan: kebaikan, keramahan, ketulusan, kebohongan,ketidakjujuran…
  2. Bertunangan dengan Yusuf (Matius 1;18, Lukas 1;27): hidup dalam dunia masyarakat Yahudi yang patriakat, Maria dijodohkan dengan Yusuf, seorang yang dalam tradisi sudah cukup umur. Yusuf juga merupakan orang yang saleh. Saat itu Maria masih dalam usia yang relatif masih muda, sekitar 17 tahun. Pertunangan dalam tradisi Yahudi memiliki ikatan hukum yang hampir sama dengan pernikahan, hanya dalam batas-batas tertentu, misalnya berhubungan badan, belum diperbolehkan. POINT KE DUA: Dari point kedua ini kita belajar:  Oleh karena keterikatan dengan Tuhan yang sempurna, Maria juga membawa berkah itu, pertama-tama pada keluarganya. Suatu kebohongan atau kemunafikan dalam hidup jika kita melakukan banyak hal ini dan itu tetapi tidak membawa berkah pada orang yang diserahkan Tuhan pada kita dengan status tertentu:  orang tua, suami, istri, anak.
  3. Kabar gembira Kelahiran Yesus Lukas 1;26-38: Kualitas Maria : Saat masih dalam tunangan, mendapat kunjungan dari Malaikat Gabriel . Malaikat menyapa dengan sebutan : Yang di karuniai Tuhan, Tuhan menyertaiMu , Yang beroleh kasih karunia Allah, Roh Kudus akan turun., Kuasa Allah mahatinggi akan menaungi engkau.  Ketika Maria mendengar sapaan-sapaan itu, Maria terkejut, tidak mengerti, bertanya. Ketika Gabriel menjelaskan semuanya, walau tidak begitu dimengerti oleh Maria dengan jelas, Maria berserah pada rencana Allah :” Aku ini hamba Tuhan , terjadilah padaku menurut perkataanMu itu”. Kepasrahan Maria ini bukan tanpa suatu beban, sebab ia harus menanggung suatu resiko yang begitu besar yaitu apabila Yusuf memperkarakan Maria pada hukum agama oleh karena kehamilan itu, Maria dapat dihukum rajam sampai mati. POINT KE TIGA III : Dari point ke tiga ini kita dapat belajar bahwa kesucian hidup itu beres dihadapan Tuhan dan dihadapan sesama.  Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain bahkan saling memperkuat satu sama lain.
  4. Maria mengunjungi Elisabeth Lukas 1;39-45 : pertama-tama  kita melihat tekat  Maria untuk ke tempat  Elisabeth dari Nasareth ke Pegunungan Yudea, sekitar 160 km.  Tekat itu didasari suatu keinginan membuktikan apakah kabar malaikat itu benar atau tidak. Satu-satunya bukti bahwa kabar malaikat pada dirinya itu benar kalau ia menemukan Elisabeth mengandung, sebab Malaikat Tuhan juga mewartakan bahwa Elisabeth saudarainya sedang mengandung..  Kehadiran Maria dan Yesus ; membawa berkat bagi Elisabeth dan Yohanes.  Pengalaman rohani elisabeth : membawa kebahagiaan bagi yang percaya. Maria melayani Elisabeth selama 3 bulan, berarti sampai melahirkan. POINT KE EMPAT. Dari point ke empat ini kita dapat belajar bahwa orang beriman tidak lepas dari kesulitan. Tapi kesulitan itu membuka lebar-lebar keselamatan. Berbeda dengan orang yang hidupnya membawa kesulitan oleh karena keputusan untuk berbuat jahat, semakin sempit dan tertutup pintu keselamatan.
  5. Nyanyian pujian Maria Lukas 1;46-55 : Kegembiraan seorang anawim. Anawim itu orang yang miskin namun saleh: pujian kepada Allah : berkat yang kekal bagi yang percaya, allah tidak berkenan dengan orang yang sombong dan menekankan kuasa, Allah berkenan pada yang  rendah hati, Allah tidak akan melupakan janjinya. POINT KE LIMA: Dari point kelima ini kita dapat belajar bahwa seluruh isi Kitab Suci pada dasarnya menceritakan pewahyuan tuntunan Allah bagi manusia untuk hidup bahagia. Manusia-manusia yang dapat menangkap pewahyuan Allah itulah yang akan selamat, sedangkan yang tidak mampu menerima atau bahkan menolak, yang akan mengalami penderitaan. Selamat atau tidak, justru  melalui  bagaimana kita mempergunakan apa yang kita punyai (??): Maria memiliki hati yang suci sebagai harta yang utama untuk keselamatan. Apa yang kita punyai dalam hidup ini sarana keselamatan atau penderitaan?
  6. Pergi ke Betlehem dan melahirkan anak (Lukas 2:4-5 dan Lukas 2;6-7, Matius 1;25): Dalam keadaan mengandung, Maria bersama dengan Yusuf mengadakan perjalanan dari Nasaret ke Betlehem, jarak kurang lebih 150 km. Taat pada hukum negara. Sensus sebenarnya bukan sekedar untuk menghitung jumlah penduduk jajahan Romawi waktu itu. Sensus oleh kekaisaran Romawi untuk mengefektifkan penarikan pajak dari suatu negara jajahan. POINT KE 6: Dari point ke enam ini kita dapat belajar bahwa, orang yang baik akan hidup baik dalam segala segi kehidupan. Kebaikan itu tidak bersifat parsial atau hanya dalam bagian-bagian tertentu saja sedangkan bagian yang lain buruk. Kebaikan yang sejati itu melingkupi seluruh aspek kehidupan manusia. Inilah yang disebut iman yang sempurna. Keliru dan jahat kalau orang berpikir dengan pola dagang bahwa menutupi kejahatan dengan suatu tindakan baik seolah-olah kebaikan itu dapat menutupi kejahatan yang dilakukannya.
  7. Yesus disunat dan di bawa ke bait Allah (Lukas 2:21-40) menemukan Yesus dalam Bait Allah: (lukas 2:41-51): hasil pendidikan keluarga. Orang-orang Yahudi memang dikenal sangat ketat dalam mendidik anak terutama dalam tradisi-trasisi suci. Anak umur 6 tahun sudah diajari membaca Taurat. Umur 12 tahun diharapkan sudah rampung membaca Taurat, lalu membaca tradisi-tradisi suci. Umur 21 tahun, belajar kotbah. Umur sekitar 28 tahun dapat membacakan Kitab Suci dan berkotbah. POINT KE 7 : Dari point yang ke tujuh ini kita dapat belajar bahwa, Maria memberikan apa yang terbaik bagi Yesus yang dicintaiNya. Orang yang sungguh beriman akan memberikan yang terbaik untuk orang lain. Sebaliknya orang yang kurang beriman menginginkan yang terbaik untuk dirinya, dan meminta orang lain melakukan untuk dirinya tetapi dirinya tidak memberikan yang terbaik untuk yang lain.
  8. Hadir dalam perkawinan di Kana (Yoh 2;1-5) : Maria hidup bermasyarakat dengan baik. Mengerti kesusahan masyarakat. Maria tahu betul kekuatan Ilahi dalam diri Yesus, maka Ia meminta kepada Yesus untuk melakukan sesuatu saat tuan rumah kehabisan anggur. Walau saat itu kelihatan Yesus seperti ”menolak” permintaan Maria, namun Maria tetap mengatakan ;”apa yang Dia katakan, lakukanlah”. POINT KE 8 : Dari point ke delapan ini kita dapat berlajar bahwa Maria membuka pintu-pintu keselamatan bagi orang lain. Orang beriman dalam hidupnya membuka pintu-pintu keselamatan bagi orang lain, sedangkan orang buruk hidup dikendalikan oleh nafsu, tahu apa yang akan dibuat itu menutup pintu keselamatan bagi orang lain dan  bahkan bagi dirinya, tapi tetap dilakukannya.
  9. Mencari Yesus (matius 12:46-50, Mrk 3:31-35, Lukas 8:19-21) : Tidak dijelaskan dalam tradisi kapan Yusuf meninggal, namun  dalam tradisi dipahami bahwa sesudah Yesus beranjak dewasa, Yusuf sudah meninggal.  Oleh karena itu, Maria sering mencari Yesus seorang diri. Cinta seorang ibu, pingin mengerti keadaan anaknya. POINT KE 9: Dari point ke sembilan ini kita dapat belajar bahwa Maria mau kehilangan apapun dalam hidup asalkan tidak kehilangan Tuhan Yesus. Orang beriman boleh kehilangan apapun dalam hidupnya, asalkan tidak kehilangan Tuhan. Atau dalam bahasa yang lebih positif, ia akan mempergunakan apapun yang ia punyai untuk dapat menemukan Tuhan. Kehilangan Tuhan adalah kehancuran hidup kekal.
  10. Dekat Salib Yesus : Yohanes 19:25-27 : Kesetiaan dalam iman walaupun  dalam keadaan duka. Kesetiaan walau dalam duka tidak begitu mudah dalam hidup. POINT KE 10.  Dari point ke sepuluh ini kita dapat belajar bagaimana kekuatan iman Maria itu. Maria memiliki kekuatan iman dalam kesulitan hidupnya. Ia tidak menjadi buruk oleh karena hal buruk yang menimpa dirinya. Orang yang memiliki iman yang kuat akan bertahan dalam kesulitan dan tidak akan pernah melepaskan Tuhan dan kebaikan.  Kita melihat bahwa kesulitan hidup kadang kala menjadikan orang tidak setia lagi pada iman dan pada kebaikan. Tapi lebih buruk lagi orang yang tidak menerima kesulitan tetapi ia membuat suatu kesulitan untuk dirinya sendiri. Kelihatannya aneh tetapi banyak orang melakukan ini. Ini bukan salib Tuhan tetapi suatu kebodohan.
  11. Bersama para Rasul Kis 1:14 : Aspek koinonia sangat tampak dalam jiwa maria yaitu bersekutu dengan para rasul-rasul Yesus. Sebagai seorang Janda yang kira-kira berumur 50 tahun, Bunda Maria setia dengan kumpulan para Rasul yang dibentuk oleh Yesus. POINT KE 11 : Dari point ke sebelas ini kita dapat belajar bahwa Maria selalu hidup dalam persekutuan.  Orang beriman selalu hidup dalam persekutuan setempat. Iman selalu mengandung arti hidup dalam persekutuan. Tidak begitu berguna bersekutu dengan yang jauh dari lingkungan setempat. Oleh karena itu, Gereja adalah persekutuan orang beriman kepada Kristus yang melokal.

III. MARIA DALAM LITURGI GEREJA KATOLIK

Dengan melihat bagaimana peran Maria dalam sejarah keselamatan, maka Gereja Katolik sangat menghormati Maria.  Penghormatan kepada Bunda Maria sudah ada sejak jaman gereja Perdana jauh sebelum Konsili Efesus th 421. Dalam Gereja katolik ada banyak perayaan-perayaan kepada Maria > Perayaan pada Bunda Maria dibedakan Hari raya (Solemnitas), Pesta (Festum), Peringatan (memoria). Hari-harinya pun dibedakan lagi dalam kategori wajib, fakultatif dan peringatan khusus:

  1. Peringatan setingkat Hari raya (solemnitas) artinya dirayakan seperti hari minggu ada empat perayaan :
  • Hari Raya Maria Bunda Allah : dirayakan setiap tanggal 1 Januari
  • Hari Raya Kabar sukacita: dirayakan tgl 25 Maret, 9 bulan sebelum kelahiran Yesus Kristus.
  • Hari Raya Maria diangkat ke Surga, tgl 15 Agustus, berdasarkan dogma yang dikeluarkan oleh Paus Pius XII tgl 15 Agustus 1950.
  • Hari Raya Santa Maria dikandung tanpa noda dosa: dirayakan tgl 8 Desember berdasarkan dogma yang dikeluarkan oleh Paus Pius IX tgl 8 Desember 1854.
  1. Perayaan setingkat Pesta (Festum)
  • Pesta Santa Perawan maria mengunjungi Elisabeth tgl 31 Mei.
  • Pesta kelahiran Santa Perawan Maria: Pesta ini berasal dari Gereja Timur dan dikembangkan di Gereja Barat sejak abad ke lima. Hari kelahiran Bunda maria diperigati tgl 8 September.
  1. Perayaan setingkat peringatan (memoria)
  • Peringatan wajib Santa Perawan Maria : 22 Agustus
  • Peringtatan wajib Santa Maria berdukacita : 15 september, mulai th 1814. Paus Pius VII
  • Peringatan wajib Santa Maria Ratu Rosari : 7 Oktober: mengenang kemenangan pertempuran armada katolik dalam pertempuran di Lepanto th 1571, Paus Leo XIII melalui ensiklik Supremi Apostolatus Officio 1 september 1883. Bulan Oktober sebagai bulan Rosario.
  • Peringatan Wajib Santa Perawan maria dipersembahkan kepada Allah : tgl 21 nopember mulai th 1585

Banyaknya perayaan untuk Maria menunjukkan bintang Maria begitu bersinar terang, betapa besar penghargaan Gereja Katolik terhadap Maria. Namun sekali lagi, penghormatan kepada Maria ini tidak dapat dilepaskan dari Yesus Kristus. Melepaskan perayaan-perayaan Maria dari Yesus dan menempatkan Maria melebihi Yesus adalah suatu kesesatan. ,

  1. HIDUP KELUARGA DALAM POLA HIDUP MARIA
  2. MENDIDIK ANAK : HAKEKAT PERKAWINAN: Maria sebagai anak Yoakim dan Anna terdidik dengan baik dalam keluarga. Maria juga mendidik dengan baik Yesus dalam keluarga. Mendidik anak dalam iman kekatolikan adalah salah satu pertanyaan saat pernikahan adalah apakah bersedia mendidik anak dalam iman katolik. Maka mendidik anak memiliki identitas katolik pertama-tama membaptiskan anak.  Dalam kitab Hukum Kanonik 867 & 1 dikatakan dengan jelas:” Para orang tua wajib mengusahakan agar bayi-bayi dibaptis dalam minggu-minggu pertama segera sesudah kelahiran anaknya.  Bahkan juga sebelum itu, hendaknya menghadap pastor paroki untuk memintakan sakramen bagi anaknya serta dipersiapkan dengan semestinya untuk itu”.
  3. BIDANG-BIDANG PEMBINAAN ANAK :
  • IMAN : apakah orang tua memberikan pendidikan iman dalam keluarga? Iman seperti apakah yang sudah diberikan kepada anak-anak. Faktanya saat ini banyak orang tua tidak memiliki “power” terhadap anak sehingga anak mendikte orang tua. Orang tua membiarkan anak, tidak tahu bagaimana mendidik anak dan mengandaikan. ,
  • MORAL : kemampuan  membedakan baik dan buruk adalah ciri kedewasaan seseorang, namun juga ciri khas kemanusiaan. Dengan kemampuan membedakan baik dan buruk itu diharapkan bahwa manusia teap menghayati kecitraan dengan Allah dan tidak jatuh ke dalam dosa sebagaimana Adam dan Hawa yang tidak mampu membedakan baik dan buruk sehingga jatuh dalam dosa. 
  • BUDAYA (SOSIAL): salah satu kemunduran jaman ini adalah anak tidak mampu bersosialisasi dengan baik. Anak dibekali dengan berbagai macam ilmu dan fasilitas untuk mempersiapkan masa depan dengan baik tetapi kadang tidak dibekali untuk hidup dalam budaya dan sosialitas dengan baik. Akibatnya, anak mengalami defisit atau ketidakmampuan dalam kehidupan sosial.
  • PSIKOLOGIS : seluruh fungsi kemanusiaan supaya diilahikan atau dipersembahkan untuk kemuliaan Allah dan keselamatan kita. Fisik, perasaan, pikiran dan hati, semuanya diserahkan untuk kemuliaan Allah dan keselamatan kita. Jangan sampai dari dalam hidup kita, entah fisik, perasaan, pikiran atau hati kita menjadi alasan kita tertuduh untuk tidak memperoleh keselamatan.
  1. TAHAP-TAHAP PEMBINAAN ANAK :
  • SEJAK DALAM KANDUNGAN, : didoakan agar lahir dengan sehat, selamat, sempurna. Selama dalam kandungan situasi hati ibu sangat mempengaruhi pembentukan anak dalam kandungan. Seorang ibu yang hamil harus seperti Bunda Maria, makin banyak memuliakan Tuhan dan juga tetap melayani.
  • BAYI – 5 TH : segera dibaptiskan dan tetap dalam banyak kasih sayang . Saat tahap merabam atau tahap belajar bicara, diajari untuk menyembut anggota keluarga, tetapi juga nama Tuhan Yesus, Bunda Maria. Dan mulai dibisikan doa-doa pokok. Dalam tahap ini, orang tua masih banyak mendidik anak dalam bentuk instruktif.
  • 6 th – 12 th : Tahap anak mulai bersosialitas dengan dunia luar dan menemukan nilai dan prinsip dari dunia luar. Beri bekal anak untuk mulai mencintai doa-doa dan mengenali teladan kudus, terutama dari Kitab suci dan mengenali santo pelindungnya. Orang tua harus berperan aktif dan memiliki waktu untuk mengajari anak doa-doa dan tradisi-tradisi dalam Gereja.  Anak juga jangan dijauhkan dari relasi dengan lingkungan. Persiapkan anak untuk dapat menyambut komuni suci terutama dalam pendampingan orang tua. Dalam tahap ini, orang tua dalam mendidik anak di samping instruktif tapi juga dialogis.
  • 12 th – 18 th : Persiapan anak memperoleh Krisma, sakramen penguatan. Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak. Masa gejolak ini biasanya ditandai dengan menurunnya relasi dengan orang tua tetapi lebih banyak relasi dengan dunia luar, entah teman-teman entah hobby tertentu.   Dalam tahap ini, orang tua dalam mendidik anak, di samping masih ada yang tetap instruktif, dialogis, tetapi juga memberi banyak kebebasan dalam kerangka menemukan nilai-nilai atau prinsip-prinsip hidup.
  1. BUAH-BUAH PEMBINAAN: pembinaan harus menghasilkan buah. Tanpa ada buah yang dimiliki oleh anak dalam pembinaan merupakan suatu kesia-siaan. Maka perlu sekali merenungkan nilai-nilai apa yang sudah ada dalam keluarga dan sudah tertanam dalam keluarga. kedisiplinan, kesetiaan, kemurahan hati, kerukunan

PENUTUP

Maria adalah bintang evangelisasi. Per mariam ad iesu, melalui Maria menuju Tuhan Yesus. Sebutan itu sungguh tepat sebab Maria adalah gambaran orang lemah yang memiliki iman iman yang sempurna. Hiburan hidup Maria adalah ketika dapat menjadi “kabar baik” bagi Allah, bagi keluarga, bagi sesamanya. Itulah kesederhanaan hidup yang sempurna dan bersifat kekal. 

Manusia diberi hidup oleh Tuhan, tetapi kita menyadari sepenuhnya bahwa kita tidak mampu menguasai hidup. Namun dalam ketidakmampuan menguasai hidup itu kita tetap harus bertanggungjawab terhadap hidup kita.  Oleh karena itu, walaupun kita tidak menguasai hidup, selama di dunia ini kita diberi pilihan untuk menjalani hidup kita menjadi seperti apa. Di neraka sudah tidak ada pilihan lagi, karena yang ada hanya penderitaan. Di surga juga tidak ada pilihan lagi karena di surga hanya ada kebahagiaan. Di dunia ini kita masih memiliki pilihan untuk menuju surga atau neraka.  

Surga dan neraka bukan suasana yang jauh dari kita. Ketika hidup kita penuh tanggungjawab dalam kecitraan dengan Allah, kita sudah menghadirkan surga dalam hidup. Tetapi kalau kita meninggalkan tanggungjawab dan mulai mengingkari kecitraan dengan Allah, kita sudah menghadirkan neraka dalam hidup.   Kita akan menjadi anak, orang tua atau orang beriman yang seperti apa? Semuanya diserahkan pada kemerdekaan kita. Bersama dengan Bunda Maria kita menuju Yesus dan menjalani hidup dalam nama Yesus Tuhan kita. Amin.

Wednesday

Pengunjung

31532
TodayToday31
YesterdayYesterday43
This_WeekThis_Week126
This_MonthThis_Month1309
All_DaysAll_Days31532